The Dew of Reflection

.2 tahun.

.2 tahun.

– Surat cinta untuk Ken –

 

Ken 2th copy

Mama tak tau harus menamai ini apa. Puluhan puisi sudah pernah mama tulis, belasan kisah pernah mama ceritakan. Tentang cinta, tentang patah hati, tentang kisah, tapi tak seharu ini menuliskannya.

Ken,

Hadirmu begitu cepat dan tak disangka di antara mama bapakmu ini. Pada awalnya, mama dan bapak kaget dan tak tau harus bagaimana. Kami tak tau apakah kami siap menjadi orang tuamu, mengajarimu segala sesuatunya dalam hidup. Tapi nak, ternyata justru kamulah yang menjadi guru bagi mama bapakmu ini. Mama dan bapak belajar banyak sekali hal tentang kesabaran, ketulusan, ketekunan, keteguhan, keikhlasan, dan masih banyak lagi, dari kamu nak. Kamu yang masih bayi punya sejuta makna bagi kami. Tak ada yang lebih indah, tak ada yang lebih kami syukuri daripada kehadiranmu.

Ken,

Dulu, ketika mama belum bertemu Bapakmu, mama pernah berhayal bahwa mama akan menjadi seorang ibu yang memiliki karir yang bagus, sibuk, trendi, gaul, modis, rapi, dll. Tapi Nak, pesonamu ternyata begitu kuat. Kau menjadikan mama rela meninggalkan hiruk pikuknya pekerjaan kantor yang mama sukai, melupakan semua perlengkapan make up mama sehingga sekarang mama lusuh dengan kantung mata begitu besar, tak pernah ke salon, jarang menyisir, sering terlambat makan, jarang mendengarkan music jazz (apalagi menonton konser), menonton bioskop, dan banyak lagi hal lainnya. Tapi nak, tanpa itu semua, kamu membuat mama menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Kamu membuat mama tersenyum setiap hari. Tangis manjamu menjadikan air mata mama yang ingin keluar menjadi terhenti begitu saja karena mama ingin selalu kuat untukmu. Ciumanmu di pipi mama setiap hari membuat hati mama berdesir bahagia dalam syukur.

Ken,

Sejak pertama kali kamu ada di rahim mama, mama sudah relakan apapun yang mama miliki, hati mama, hidup mama, nyawa mama sekalipun untukmu. Tapi mama tau, sekalipun nyawa mama berikan, mama takkan bisa selalu melindungimu. Maka dari itu nak, jadilah anak yang baik, yang disayangi Tuhan, yang disukai sesama, yang berguna untuk kehidupan. Dengan begitu, mama berharap Tuhan dan semesta akan membantu mama untuk menjagamu. Teruslah bersinar nak, teruslah menoreh kebanggaan pada hati kami, seperti pertama kali kami melihatmu meluncur dari perut mama dengan tangisan yang keras.

Ken,

Mama dan bapak amat menyayangimu, mungkin seperti orang tua lain menyayangi anaknya, atau mungkin lebih dari itu. Tapi rasa sayang itu bukan berarti menjadi sangkar bagimu, nak. Terbanglah tinggi-tinggi, setinggi yang kamu bisa. Rauplah ilmu sebanyak mungkin, dan sebarkan ke segala penjuru. Kepakkanlah sayapmu hingga kau lelah. Jangan takut angin, jangan takut hujan, mereka tak akan membuatmu tumbang. Takutlah pada hal yang membuatmu tak bisa terbang lagi. Mama dan bapak akan senantiasa menunggumu dalam rindu hingga kamu kembali ke rumah, untuk sekedar makan pisang goreng dan minum teh bersama.

Ken,

Mama dan bapak akan selalu rindu masa-masa ini, masa dimana kamu selalu berlaku manja pada kami. Tapi nak, jadilah pribadi yang mandiri, dengan begitu kamu akan bisa terus berjalan dengan tegap kala kondisi mengharuskanmu berjalan sendiri.

Ken,

Sampai kapanpun kami akan tetap menjadi mama dan bapakmu. Walau mungkin suatu hari nanti kita terpisahkan oleh benua dan samudera, tapi rasa sayang kami padamu takkan sulit mengarungi jarak itu. Ingatlah selalu nak, bahwa dirimu adalah buah cinta mama bapakmu, darah daging yang menyatu, yang takkan terurai hingga akhir hayat. Kamu adalah simbol adanya kuasa Tuhan atas kehidupan kami.

Ken,

Surat ini tak mungkin mampu menceritakan semua isi hati mama. Surat ini hanyalah sedikit luapan haru yang tak tertampung karena mama telah melalui lebih dari lima ratus malam bersamamu.

…….

Selamat ulang tahun, Ken..

With (unconditional) love,

Mama

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *