– Surat cinta untuk Ken –   Mama tak tau harus menamai ini apa. Puluhan puisi sudah pernah mama tulis, belasan kisah pernah mama ceritakan. Tentang cinta, tentang patah hati, tentang kisah, tapi tak seharu ini menuliskannya. Ken, Hadirmu begitu cepat dan tak disangka di antara mama bapakmu ini. Pada awalnya, mama dan bapak kaget […]

Read More

26 tahun sudah saya hidup. 5 tahun bercita-cita menjadi seperti Mama (a “Home-Maker” not “House Wife”!), 7 tahun ingin menjadi dokter, 4 tahun terobsesi menjadi psikolog, 2 tahun berminat pada komunikasi media, 2 tahun mencoba menjadi IT programmer, dan 6 tahun bermimpi menjadi wedding planner. Tapi lepas dari semua perjalanan mimpi dan cita itu, tujuan […]

Read More

– I’m on my knees. Begging for mercy. I see nothing. I see no light. Dark. Empty. Stifling. Cannot breathe. – Cold, but no blanket. Thirsty, but no water. The moon is faded. – I’m dancing in the dream. I’m melting in love. Brighter sun. Peace. Happiness. Romance. – Yes, I’m begging,.. At any price […]

Read More

Karena hidup bagaikan sebuah buku. Kau bebas menuliskan apapun di dalamnya. Ini bukumu, dan kau tuliskan sendiri kisahmu. Kau bebas membuat cerita itu berliku, berakhir sedih ataupun bahagia, kau yang memilih dan kau yang menentukan.. Karena hidup bagaikan sebuah buku. Kau pun bebas untuk menyobek beberapa lembar diantaranya, untuk kau buang ke tempat sampah atau kau […]

Read More

Dear Blog, I would like to say sorry to you, since i seem like ignoring you for months. I feel really bad when i see you “not updated”. If only you could hear what my heart says, you will hear the groan of sadness. It is not so easy to keep the good mood-good health-clear […]

Read More