Author Archives: ranivito

Empat dekade puisi-puisi abadi Sapardi Djoko Damono

Oleh Rani Ariana

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)

Ramuan indah untaian kata oleh pujangga satu ini tak henti-hentinya dapat meluruhkan hati setiap orang yang membacanya, lintas zaman. Bagai seorang pesulap yang bisa mengubah kertas menjadi seikat bunga, ia bisa membuat larik demi larik karya puisinya memiliki nilai dan makna yang jauh lebih dalam dari makna eksplisitnya (tekstualnya). Tak dipungkiri penyair legendaris ini berhasil menggosok besi menjadi sebongkah berlian yang berkilauan dan memukau bagi para penikmat sastra Indonesia. Dengan imajinasinya, ia mengajarkan “metafora-metafora baru” yang membuat untaian kata-kata itu menjadi luar biasa indah.

Continue reading

SAJAK KECIL TENTANG CINTA – Sapardi Djoko Damono

mencintai angin harus menjadi siul

mencintai air harus menjadi ricik

mencintai gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintaiMu(mu) harus menjelma aku


– Sapardi Djoko Damono –

Cinta itu melebur komponen-komponen menjadi satu energi bersama, mengharmonikan nada, menyamakan langkah, menyelaraskan hati, menyenandungkan irama, merajut asa, mengisi kekosongan, merekahkan senyum, mewujudkan mimpi…

Cinta itu ramuan keajaiban..